July 02, 2008

Dua minggu pertama

Tidak terasa sudah 2 minggu saya meninggalkan Bandung dan semua kegiatan saya di sana.

Selama itu ke mana aja saya ya kok gak pernah posting di blog ini?!?

Soalnya, bertemu dengan bayi mungil ini membuat kita lupa waktu deh!!


Ibu

Zakiathar

Endah sekarang juga merasakan  mengurus 2 anaknya. Laki2 lagi kedua-duanya. Untuk Zaki ini merupakan kesempatan ber-manja2 pada ibunya. Lebih sering gak mau dibantu oleh nininya. Bener khan nininya gak laku?!?

Melbourne memang sedang dalam musim dingin. Artinya, di sini gak ada salju tapi anginnya itu loh!

Beda dengan terakhir kali ke Melbourne, sekarang kami jarang2 kaluar malam sebab ada anak kecil/bayi nih...!!! Jadi kesempatan pergi2 dengan Yani hanya hari Sabtu dan Minggu saja. Tapi, saya juga sudah malas bepergian, gak tahan ama dinginnya itu loh! Saya lebih memilih tinggal di rumah dengan si kecil saja. Biar Zaki pergi dengan ibunya.

Beberapa kali memang bayi di bawa2 ke city sebab untuk mengurus visa, pasport dan medicarenya. Saya merasa kasihan banget sama bayi ini. Baru juga 4-5 minggu udah di bawa2 dalam cuaca dingin begini.
Kalo naik mobil, maka Endah harus nyopir. Untuk itu Endah lebih prefer si bayi di gendong aja. Jadi di mobilnya, diletakkan dalam capsulnya/car seat.
Pada keadaan lain rasanya lebih baik kalo kita naik train, maka bayi dibawa memakai stroller atau kereta bayinya.

Makanya untuk keluar rumah persediaan yang perlu dilakukan lebih banyak daripada terakhir kali saya datang di Melbourne ini. Lebih repot deh.
Karena itu saya lebih suka kalo bayi ditinggal saja ama saya di rumah, Endah pergi aja bawa Zaki. Cuma 2-3 jam perlu balik sebab bayi harus diberi susu.
Nah ini dia lagi.... Kalo lagi pergi membawa bayi, musti cari tempat yang menyediakan ruang untuk ibu dan bayi.

Nah itulah sekilas kegiatan saya di Melbourne ini. Ada lagi kegiatan lain....!

Kemarin2 ini, sebelum Teguh menikah, Teguh tinggal bersama Yani di rumah Len ini. Kemudian ketika Mia, isterinya Teguh datang, mereka mencari rumah sewa sendiri. Ya ialah, tentu lebih enak punya rumah2 sendiri khan?
Yani berpikir, kalo nanti Endah balik ke Indo membawa bayinya, maka Yani akan tinggal sendiri di rumah ini.
Untuk mengurus apartemen dengan 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi bagi Yani dirasakan terlalu berat. Sedang dia hanya di rumah malam hari diluar hari Sabtu dan Minggu.
Memang saya perhatikan, Yani berangkat kerja jam 7.15 pagi saat matahari belum muncul dan pulang jam 7 malam saat matahari sudah gak ada. FYI, selama musim dingin ini, subuh di sini tuh jam 6.02 dan magribnya jam 5.11 sore. Jadi boleh dikatakan Yani gak pernah melihat matahari kecuali Sabtu dan Minggu.
Makanya, selama saya di sini, Sabtu dan Minggu saya pergunakan me-lihat2 apartemen dengan 1 kamar untuk Yani. Hampir tiap malam kami browsing di internet men-cari2 apartemen yang memenuhi syarat Yani.

Begitulah kegiatan saya selama ini. Rasanya membosankan juga kalo diceritakan satu2 ya???
Makanya saya lebih sering blogwalking aja...... Kadang2 iseng pula kasih komentar!!!!
Mudah2an pada rajin2 posting sehingga saya ada bahan bacaan! he he he!!!

                            

June 21, 2008

Perjalanan Zaki bertemu ibu dan adiknya

Dimulai dengan jam 3 pagi membangunkan Zaki untuk mandi pagi. Sesuai rencana, memang akan berangkat jam 4 pagi menggunakan bis Primajasa yang langsung ke airport Cengkareng. Pesawat akan berangkat jam 9 pagi dari Cengkareng, berarti harus siap di airport jam 7 pagi untuk check-in.
Karena kuatir akan macet dipintu toll Jakarta maka diambil keberangkatan yang jam 4 pagi.


Ida dan Ari akan menemani sampai Singapore. Mereka akan menginap di apartemen Tina sampai hari Minggu. Len mengantar cuma sampai Cengkareng. Kebetulan memang Len harus ke Jakarta ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Semua surat2 yang harus disiapkan sudah dibereskan Len sebelumnya. Saya tinggal mengikuti petunjuk yang dibuat. Maklumlah, sekarang sudah tidak muda lagi dan perjalanan ini betul2 hanya saya dan Zaki berdua saja. Saya sudah banyak pelupanya. Sedih banget deh. Makanya segala sesuatu harus tercatat dengan rinci dan karena kita datangnya pagi segalanya bisa dikerjakan dengan pelan2 tidak ter-gesa2......


Kami tiba hampir jam 12 siang di Changi. Langsung menuju apartemen Tina. Karena waktu makan siang, terpaksa kami menunggu sang security yang dititipi kunci oleh Tina.

Senang sekali ada tempat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Terima kasih banyak ya Tina! Zaki senang dan betah banget di tempat Tina . Sempat saya buat foto2 Zaki di sana. Mudah2an Tina membaca blog ini...!

Di_apt_tina

Jam 7 sore saya ke Changi airport. Karena baggage through maka saya hanya bawa tas jinjing saja. Saya juga gak mau bawa banyak2 selain berat entar bisa2 kececeran karena sifat pelupa saya yang udah keterlaluan. Zaki membawa back-pack isi pakaian ganti. Melbourne sudah masuk cuaca dingin jadi kita harus bersiap begitu sampai akan sangat kedinginan dan beda dengan di Jakarta atau Singapore.

Jadi dengan santai kita bisa naik MRT diantar oleh Ari. Dari apt. Tina hanya dengan berjalan kaki sebentar sudah sampai di stasiun MRT Novena. Stasiun mana yang selalu saya kunjungi ketika Iman sakit di Tan Tock Seng tempo hari. Apt Tina memang disebelahnya Tan Tock Seng. Rasa ter-kenang2 saja ketika saya mondar-mandir rumah sakit ke apartemen tempo hari.


Changi_sin

Zaki sangat excited karena akan bertemu ibu dan adiknya. Setiap saya bilang, kalo udah ketmu ibu dan adik, nini pasti gak laku lagi ya..... Zaki senyum2 senang.

Makan juga gak susah. Tapi sayang, kelihatannya Zaki belum bisa makan ice cream coklat, karena sesudah makan ice cream coklat, langsung vomit (muntah). Jadi aja saya bawa ke toilet untuk dibersihkan dan terpaksa shirt tangan pendeknya kembali dipakai, sebab persediaan shirt lengan panjangnya dipindahkan bapaknya dari back-pack ke dalam koper sebelum check-in di Cengkareng pagi tadi. Tetapi setelah itu Zaki tidur dengan pulesnya sambil memegang remote sampai pesawat mendarat di Melbourne.

Kami mendarat pukul 6.10 waktu Melbourne dalam udara 8 derajat Celcius. Semua berjalan lancar. Begitu excitednya sampai ketika saya mau ambil koper udah ditinggal duluan oleh Zaki. Gak sabaran dia mau ketemu ibu dan adiknya.
Yang jemput memang Yani, Endah dan baby Athar. Wah senangnya. Jadi kurang terasa udara yang dingin banget gitu.
Yani masih sempat pula kekantor setelah menurunkan kita di rumah!
Inilah foto2 Zaki bertemu ibu dan adiknya:
Dengan_ibu_dan_adik

June 16, 2008

Menjelang liburan.

Akhir bulan Mei ini sibuk banget menghadapi Zaki yang akan libur panjang.
Dimulai dengan acara foto bersama teman2 sejak Playgroup. TK A dan TK B.

Foto bersama dilakukan di studio foto Jonas jl Banda. Jam 11.00 saya mengantar Zaki ke sana. tetapi pemotretan baru dilakukan hampir jam 12.30 siang.

Di sinilah saya melihat bahwa anak2 seumuran Zaki ber-lari2an tidak mengenal tempat. Jonas itu khan sebuah toko.... Mereka berlarian dengan gembiranya seolah berada ditengah lapangan. Biasanya ibu dan bapaknya Zaki, kalo Zaki pecicilan begitu, pasti ribut menyuruh supaya Zaki tenang dan duduk diam. Kalo melihat teman2nya semua berlarian gak bisa diem begitu, masakan kita harus melarangnya??? Jadi saya cuma mengawasi aja jangan sampai terjadi 'kecelakaan'. Biasalah anak kecil, jatuh itu khan soal biasa selama jatuhnya gak berbahaya sih......

Geli saya melihat tingkah polah anak2 kecil ini ketika diambil foto mereka bersama. Setiap anak pasti membawa gayanya masing2.
Selesai berfoto harus kembali ke sekolah untuk latihan tampil pada acara perpisahan (antara TK B, SD kelas VI, SMP dan SMA kelas III) tanggal 30 mei 2008. Karena Zaki kelas TK B maka Zaki akan tampil untuk menerima semacam 'ijazah' (ciee anak TK ada ijazahnya ya??).
Ternyata Zaki dikasih makan siang di sekolah! Padahal saya udah senewen gimana makan siangnya anak2???
Zaki merasa senang dengan makanan di sekolah. Mungkin karena makan beramai-ramai maka Zaki merasa makanannya enak. Lagipula pastilah Zaki udah sangat lapar.
(Jadi idea nih, kalo SD kelas I pulang jam 3 sore, mau katering aja di sekolah untuk makan siang Zaki!)

Hari Kamis, 29 Mei 2008 kembali latihan untuk penampilan tgl 30 Mei itu. Karena sekolahnya kena giliran mati lampu maka latihannya baru selesai jam 14.00 lebih. Kasihan banget deh, terutama untuk anak2 TK nya. Kalo yang lain sih udah gede2 pasti udh lebih kuat nahan laper khan??!!

Nah, ketika tiba harinya, anak2 disuruh berkumpul lagi jam 8.00 pagi untuk latihan di tempatnya yaitu di hotel Homan. Padahal acaranya dimulai jam 14.00. Mungkin guru2nya gak merasa puas dengan latihan sebelumnya dimana kena mati lampu itu....!!!

Jam 11.00 saya jemput Zaki di sekolahnya. Lalu Zaki menulis di sehelai kertas:

---- makan
---- minum susu
---- bobo
---- jam satu bangunkan Zaki untuk siap2 berangkat ke hotel Homan.

Dan semua ini benar2 dijalankan oleh Zaki. Cukup disiplin ya? Sedang saya kedatangan tamu yang terpaksa saya minta ijin ketika jam satu akan mengantar Zaki.

Antar dulu Zaki dan dititipkan ke gurunya sebab saya musti mengurus dulu ada yang butuh barang untuk di sewa dari HomeCare.
Ketika saya kembali ke tempat acara Zaki, ternyata saya ketinggalan tidak melihat penampilan pertama Zaki yang katanya menyanyi bersama.
Zaki harus ganti pakaian memakai pakaian adat. Ini lagi, ada ceritanya sendiri nih.
Saya khan udah gak punya anak kecil lagi..... dimana musti mencari pakaian adat yang akan dipakaikan pada Zaki??? Untunglah ada seorang ibu temannya Zaki yang akan membantu mencarikan, sehingga jadilah Zaki memakai pakaian adat Aceh.
Ouuwww... saya juga kurang ngerti nih cara pakai pakaian Aceh. Kembali saya dibantu oleh seorang ibu temannya Zaki!!!!

Jadi deh Zaki berpakaian Aceh. Tapi adalagi kejadian.....
Dasar emang udah nini ya, lagi asyik motretin Zaki yang gak bisa diem, tiba2 batery camera habis. Di-cari2 dalam tas, rupanya gak kebawa. Jadi aja gak ada foto2 Zaki ketika di podium menerima yang semacam 'ijazah' tea!!!!!
Ya sudahlah!!!!
Cuma, agak terharu dan sedikit sedih juga, ketika nama Zaki dipanggil, Faizal Zaki Iskandar, putera bapak Mohammad Sjailendra Iskandar dengan menampilkan foto Zaki di layar TV gede. Sedihnya, tuh anak ikut acara ini gak ada kedua orang tuanya.  Cuma ditemani nininya yang udah sangat pelupa gini loh!!!!!

Zaki_di_perpisahan_tk_b_pribadi

Tanggal 7 Juni 2008, Zaki menerima raportnya dan dinyatakan sudah mampu untuk mengikuti kelas 1 SD.
Setelah menerima raport maka Zaki libur sampai 28 Juli 2008 masuk kembali di kelas yang baru.

Hari Selasa 10 Juni bapaknya Zaki baru datang dan bertemu dengan Zaki.
Zaki lalu bilang ke bapaknya kalo Zaki mau di khitan " tapi pake laser ya?"
Jadi saya mencari dimana bisa di khitan cara baru gitu.

Akhirnya hari Jum'at 13 Juni, pagi2 sekali kita berangkat dari rumah sebab acara khitannya jam 6.30 pagi. Ternyata, Aso & Wiwi, Ida & Ari udah nyampe lebih dulu menunggu Zaki.
Tapi Zaki pinter loh....! Nangisnya cuma sebentar ketika disuntik bius setempat. Selama proses khitannya Zaki sadar dan sambil menonton TV.
Sayangnya, kembali nininya gak buat foto sama sekali.....!!!

Kita gak buat apa2, cuma bikin tumpeng sedikit untuk keluarga saja dan pegawai2 HomeCare. Tapi Zaki dapat banyak mainan dan dapat duitnya U$ dan A$. Lumayan deh buat jajan nanti liburan......!!!

Sekarang setelah 3 hari berlalu Zaki sudah mulai pecicilan lagi, karena katanya "udah normal lagi".

Dalam beberapa hari ini saya dan Zaki akan berangkat berlibur selama sebulan. Maka maaf ya, kalo saya gak posting selama itu......

May 26, 2008

Kesempatan bertemu dan bersilaturahmi

Setelah jelas adiknya Zaki lahir dengan selamat, begitupun Endah dalam keadaan sehat selamat, saya memutuskan untuk ikut Ida dan Ary (anaknya) ke Jakarta.

Beberapa hari sebelumnya, Yanti sudah menilpon mengatakan bahwa tgl 24 Mei 08 akan diadakan peringatan setahun wafat ibundanya, ceuk Uken. Waktu itu saya belum memutuskan akan datang atau tidak karena belum jelasnya keadaan Endah dan babynya.

Kami berangkat siang sesudah dhuhur, dan tiba di rumah ceuk Uken persis akan dimulainya acara.

Bagi saya tidak masalah soal acara peringatan setahun meninggal seperti ini, meskipun untuk saya tidak dilakukan terhadap Iman alm. Yang penting saya hadir untuk bisa ketemu dengan saudara2. Biasanya saat seperti ini pada berkumpul semua. Jadi kesempatan bertemu dan bersilaturahmi.

Bertemu dengan adik2 Iman yang ada di Jakarta, juga dengan keponakan2 yang menetap di Jakarta. Bahkan Tina adiknya Yanti datang dari Singapore khusus untuk mengikuti acara ini. Tina memang sekarang tinggal dan bekerja di Singapore. Malah Tina bilang, kalo datang di Singapore, tilpon aja, ntar bisa pake apartemennya untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Melbourne kelak.

Ramai kami ngobrol2 sampai larut malam. Saya, Zaki dan Ida tidur sekamar di rumah ceuk Uken. Wiwi, Aso, Ari, Krishna dan Andi tidur di apartemen Wiwi di Rasuna. Wati dan Mang Ehon di rumah mereka sendiri di Cilangkap. Yang lainnya sih di rumah masing2.

Zaki juga senang bermain dengan anak2nya Yanti, anak2nya Indra dan Ashley anaknya Tia.

Sayangnya tidak ada foto dibuat, saking keasyikan ngobrol sampai lupa untuk membuat foto........


Keesokan harinya sebelum pulang ke Bandung, saya diajak Ida untuk menghadiri acara lamaran keponakan Trisno alm. (suami Ida). Disana saya bertemu dengan saudara2nya Trisno. Kakaknya Trisno, Jono, baru saja meningggal sekitar 2 minggu  yang lalu. Dan yang mengadakan acara ini adalah Beti adiknya Trisno. (tau restoran Bubet di Kemang khan? nah Beti inilah pemilik Bubet).

Suaminya Beti, Akai, adalah adik ipar dari Pipin Panigoro. Makanya di sini saya bertemu juga dengan Pipin Panigoro.

Jadi keinget jaman mahasiswa deh... Saya suka main di tempat kostnya Dewi sahabat saya di jln Kyai Luhur. Dewi kost di rumah adik ibunya. Di rumah ini selalu ramai tempat berkumpul teman2 mahasiswa. Waktu itu Pipin masih pacaran ama Isis sepupunya Dewi itu. Makanya saya juga kenal dengan Pipin meskipun kami tidak satu jurusan di ITB nya.

Kalo mengingat jaman mahasiswa begini, yang timbul adalah rasa sedih saya karena Iman sudah pulang duluan dan masa indah yang lalu itu tidak akan berulang lagi...

Saya cuma buat satu foto di rumah Beti. Malah yang ke foto adalah Ida dan Tari isterinya Jono......

Dirumah_beti

May 23, 2008

Hari yang menegangkan

Sejak pagi, sudah tegang menunggu.

Saya sudah pindah rumah hampir 3 minggu yang lalu.  Meskipun belum selesai seluruhnya, saya dan Zaki tinggal di sana sambil membereskan sedikit2.  Lumayanlah, kamar2  tidur sebenarnya sudah bisa dipakai. Begitupun kamar2 mandinya. Hanya airnya masih kuning belum jernih betul meskipun tidak berbau. Untuk mandi sih gak masalah. Cuma untuk mencuci pakaian kayaknya masih belum bisa deh.

Di sana belum terpasang tilpon. Sebetulnya ada sih.... Tapi oleh Lendra diputus sebab ketika memperbaiki rumah tersebut, tidak ditempati oleh kita, hanya oleh tukang2 makanya tilponnya diputus dulu.

Gak ada tilpon ya gak ada internetlah ya. Jadinya sekarang gak bisa OL.

Nah, pagi tadi dapat sms, katanya Endah udah masuk rumah sakit dan ketuban udah pecah. Diharapkan baby akan lahir siang atau malam ini.

Sore saya dapat tilpon lagi katanya, udah 12 jam belum ada bukaan. Dokter masih menunggu, nanti kira2 jam 11 malam waktu Melbourne kemungkinan akan di caesar.

Saya jadi gelisah juga nih. Soalnya kasian Endah dan kasian babynya juga.
Akhirnya saya putuskan malam ini tidur di rumah yang lama yang udah jadi kantor. Emang sih disiapkan satu kamar untuk saya, kalo mo istirahat gitu.
Dengan begitu mudah2an komunikasi dengan Melbournenya lancar.

Barusan saya mendapat kabar bahwa adiknya Zaki udah lahir, jam 10.08 pm waktu Melbourne, seorang bayi laki dan diberi nama Athar Ghazi Iskandar. Lahir secara normal dan semua selamat, sehat. Alhamdulillah...... Mudah2an menjadi anak pinter yang sholeh amiiin.......

Bau_melahirkan

Etty, terima kasih sudah menunggui Endah dan membantu melahirkan babynya sebab dokter terlambat datang. Gak bisa diganti dengan apapun rasa terima kasih saya...... hug....hug.

Dan ini dia penduduk baru dunia:


Athar_ghazi_iskandar_3







Athar Ghazi Iskandar..... Hari lahirnya Jum'at, sama dengan hari lahir abahnya. Keliatannya juga type abahnya.... soalnya bayinya gede juga tuh 3 kilo lebih padahal panjangnya cuma 47 cm!!!!

May 05, 2008

Tampil di Open House sekolah

Sabtu tanggal 3 Mei 2008, sekolah Zaki mengadakan Open House. Zaki akan tampil menyanyi secara berkelompok.

Sebelumnya saya gak dikasih tau sih. Cuma Zaki ngomong, disuruh datang ke sekolah untuk tampil. Jadi gak ada acara hiking deh, tapi ke sekolah untuk tampil menyanyi.

Saya bingung juga sih.... Pake baju apa ya?

Aaah... ambil aja kemeja. Zaki milih kemeja putih dari pada yang kotak2. Lalu celananya saya ambil celana panjang. Kebetulan yang lagi pas bener di badan Zaki ya yang jeans biru. Soalnya banyak celana panjangnya udah ngatung. Keliatannya Zaki udah lebih tinggi nih!!!

Hari ini saya antar Zaki ke sekolah dan inilah hasil foto2 saya di sekolah Zaki. Kok ya kebetulan ya bajunya Zaki cocok ama temannya yang sama2 menyanyi...


Sebelum tampil bergaya dulu untuk dipotret:

Nunggu_tampil









   

Anak2 masih kecil...
Untuk tampil harus diatur dulu oleh bunda.

Atur_diri_dulu

 

Susah_ya_ngatur_anak2_kecil_tuh




Zaki nih niru abahnya ya....
Abah khan doyan banget belanja?!?
Zaki lagi milih2 clay, buat kalo mau bikin2 di rumah.

Mau_yang_mana_ya  

April 20, 2008

ke Garut

Masih nyambung ulahnya Zaki.....

Sabtu kemarin, Wiwi dan Aso jemput Zaki untuk dibawa ke Garut. Aso mau pada kumpul2 dengan saudara2nya di Garut dan udah mesen hotel untuk menginap.

Wah. Zaki sejak dikasih tau, tiap pagi nanya hari apakah sekarang? Garut itu jauh ya? Bapak, kalo ke Garut musti naik plane ya?

Macam2 deh pertanyaannya. Pokoknya Zaki bisik pada saya bahwa nanti dari Garut Zaki akan bawa oleh2 untuk nini. Cihuy!!!

Nah hari Minggu ini, Len ikut ke Jakarta dengan Yana dan Agoes. Zaki tiba kembali sekitar jam 12 siang, membawa dodol Garut oleh2 untuk nininya; dan...... alat pancingan! Rupanya di Garut diajar memancing oleh aki Asonya.

Setelah makan, ribut banget mau pergi cari tempat memancing. Hujan pula ketika itu. Akhirnya oleh saya diijinkan memancing di kolam depan kamar abahnya. Pikir saya gak akan dapet deh ikannya!! Apalagi umpannya hanya roti tawar biasa.

Tetapi ternyata salah donk!! Pertama dia berteriak kegirangan dapat ikan yang kecil. Karena kecil, kasian katanya, jadi dikembalikan ke kolam lagi.
Kedua kali berteriak kegirangan lagi, karena dapat yang gede. Sesudah dapat terus mau diapakan? Zaki gak berani pegang ikan yang gede, lagian pastinya cuma ditarik aja itu kail dari ikannya. Khan kasian ikannya???

Akhirnya bisa juga dilepas oleh mas Manto dan dikembalikan ke kolam. Udah deh, Zaki gak kepingin lagi mancing.

"Kapan2 kita ke kolam mancing ya, biar Zaki puas mancing di sana. Bukannya mancing di kolam abah..."

Tapi ada cerita lagi donk.... Baju renang Zaki kebawa arus jadi hilang satu celana renangnya. Untung bukan Zaki yang kebawa arus...!!!

Yang penting, sekarang Zaki juga tau Garut. Gak jauh2 amat khan. Cukup pake mobil aja ke sana gak perlu pake plane.

"Gak liat kambing kok!" kata Zaki pada saya.

"Zaki, nini khan taunya kalo kurban tuh yang bagus domba Garut!"

April 12, 2008

Gayanya Zaki....

Hari ini Zaki ambil raport dengan bapaknya ke sekolah.

Karena Zaki semalam nginep di rumah Wiwi&Aso maka pagi2 bapaknya jemput dulu Zaki baru sama2 ke sekolah.

Raportnya berisi kemajuan perkembangan anak dalam hal  fisik - motorik kasar dan halus- , bahasa, kognitif, emosi&sosial, dan terakhir kemandirian.
Secara keseluruhan berkembang bagus.
Yang masih dalam proses, artinya masih harus dilatih:
- Motorik kasar: berjalan diatas papan keseimbangan
                          melempar dan menangkap bola
                          menari mengikuti irama
- Bahasa : menunggu giliran yang tepat untuk bertanya
- Emosi & Sosial: tenggang rasa/toleransi
                            tidak egois
                            dapat membedakan yang baik dan yang buruk
                            dapat menyelesaikan konflik sederhana
                            dapat bekerja sama dalam kelompok
- Kemandirian: melipat baju
                         mengikat tali sepatu
                         memelihara barang sendiri
Komentar guru:
Kemampuan Zaki berkembang baik. Memiliki daya ingat yang kuat, berfikir kritis, memahami berbagai bentuk konsep, serta memiliki keunggulan dalam kemampuan bahasa aktif dan reseptif. Namun demikian perlu tetap diberikan bimbingan dan arahan dalam mengenal baik dan buruk, serta agar mampu menyelesaikan konflik sosial sederhana.

Siangnya, Zaki, Len dan saya ke Gerlonk melihat sampai mana kemajuan perbaikan rumah.
Zaki seneng banget di sana. Otoped dibawa dan disimpan di sana. Beda emang ama di Brantas yang udah jadi kantor. Di sana Zaki bisa main dengan leluasa. Tapi nampaknya kita masih belon bisa pindah juga, airnya masih belon jalan.

Zaki janji mau tidur lagi di rumah Wiwi & Aso malam ini. Sambil menunggu di jemput, Zaki main game di komputer bapaknya. Lihat deh gayanya:

Gaya_zaki_main_game

Lalu ibunya menilpon dari Melbourne dan coba perhatikan gayanya menilpon. Kayak orang kerja aja ya???

Tilpon_dari_ibu






PS: Lihat gak rambutnya yang digunting sendiri di bagian depan????

April 05, 2008

Oleh2 dari Niwiw, aki Aso dan Niwaw

Sebetulnya Wiwi dan Aso sudah tiba kembali di Bandung hari Jum,at minggu yang lalu. Tetapi Zaki sakit hari Sabtunya dan Wiwipun kembali dalam keadaan flu berat.
Karena Rabu Zaki tidak terapi SI, maka kita juga gak tau harus kemana hiking hari Sabtunya. Oleh Wiwi diajak jalan pagi pengganti hikingnya. Hari Sabtu inilah Zaki baru ketemu dengan Wiwi dan Aso setelah mereka kembali dari USA.

Pulangnya Zaki bawa oleh2 dari Niwiw dan aki Aso. Gaya ya si Zaki???

Dari_niwiw

Minggu lalu ketika saya melayat ua Usman (keluarga Iman juga) bersama Ida dan Wati, Wati membawakan oleh2 juga untuk Zaki. Cuma sayangnya zaki gak boleh makan coklat atau permen sebab masih flu.
Dan inilah oleh2 dari Niwaw:

Dari_niwaw

Celengan bentuk panda. Tempat uangnya diisi coklat/permen dari MM yang sayangnya Zaki gak boleh makan sebab masih batuk.

April 03, 2008

Zaki dan Nebuliser

Zaki_di_nebu

Sejak bapaknya datang kembali, Zaki tidur bersama bapaknya lagi. Padahal bapaknya pulang tuh bawa penyakit influenza.

Jadilah Zaki ketularan flu bapaknya.

Mulanya bapaknya mengira bahwa kamarnya penuh debu, jadi Zaki kena alergi debu makanya batuk2 terus. Bisa dimengertilah, rumah ditinggal berlibur selama 4 hari, pasti penjaga rumah juga pada meliburkan dirilah!

Akhirnya Zaki tidur kembali bersama saya.

Tetapi ketika Jum'at malam, tidurnya gelisah sekali. Nampaknya susah napas sebab hidungnya tersumbat. Dan sesekali seperti yang mau menangis karena kesalnya.

Sabtu pagi Zaki dibawa ke dokter anak (DSA), dan tidak mengikuti hiking. Semula hanya diantar bapaknya, tetapi akhirnya nininya juga harus ikut menemani. Jadilah saya dan Len menemani Zaki ke DSA.
Ketika dokter menganjurkan untuk di-uap (nebu), kami mengatakan di rumah juga ada alatnya.
Jadilah selain minum obat ada tambahan untuk di 'nebu'. Menurut saya bagus juga tuh! Khan jadi gak mampet hidungnya dan lega rasanya pernapasan.

Hari ini, Rabu 4 April Zaki sudah masuk sekolah kembali. Dan lihatlah, sudah kembali asyik menonton TV di kamar nini......

Udah_sembuh





Sebetulnya hari Minggu 30 Maret ada pertemuan dengan Maya, Iin, Lessy dll di Pacific Place. Saya bisa menikmati kumpul2nya mereka lewat Multiply dan posting Irma di FS. Nampaknya senang juga tuh. Gak apa2 lah! Insya Allah diberi kesempatan lain untuk bertemu dilain waktu. Beruntungnya masih bisa menikmati pertemuannya lewat postingan yang mengikuti acara tersebut.....


Duh, maaf ya.... postingan akhir2 ini banyak cerita Zaki. Soalnya sekalian laporan ke ibunya Zaki yang jauh.........

March 24, 2008

Ke Bandung naik bis Primajasa

Minggu 23 Maret 2008

Pagi2 Zaki udah dibangunkan. Pesawat Bapaknya akan landing jam 8.00 pagi di Cengkareng. Kata Yana gak apa2 berangkat jam 8.00 pagi juga, karena hari Minggu jadi gak macet2 amat.

Karena buru2 jadi Zaki cuma dikasih sarapan cake bolu  dan minum teh aja. Kalo dikasih susu bisa2 kita akan terlambat.

Begitu sampai di Cengkareng, saya langsung ke Mc D untuk beli nasi + ayam goreng dan hamburger. Minumnya beli Aqua ajalah.

Ketemu Len, sekitar jam 9.00 pagi gitu deh.

Pas kita keluar, ada bis Primajasa yang sedang menunggu penumpang dan siap untuk berangkat ke Bandung. Jadi, kita gak usah ber-lama2 menunggu langsung naik bis dan tidak lama kemudian bispun berangkat.
Zaki langsung saya suruh sarapan hamburger. Dalam waktu singkat burgernya ludes. Keliatannya lapar juga dia. Ditawarin yang lain gak mau. Pokoknya saya merasa dia udah sarapan deh.
Selama beberapa hari di Jakarta sarapan Zaki emang nasi. Biasanya cuma roti doang. Persediaan susu yang dibawa dari Bandung juga habis.

Ada banyak juga cerita Len tentang Melbourne selama perjalanan pulang. Tentang Yani, Endah dan rumah di Melbourne.
Yang jadi pikiran saya adalah kabar bahwa gula darah Endah agak tinggi dan terakhir diperiksa, pas diambang batas. Setahu saya Endah tidak punya penyakit gula.  Dokter menguatirkan bayinyalah besar dan mungkin punya gula sejak kecil. Inilah yang jadi pemikiran saya......!!!

Kami tiba di BSM (Bandung Super Mall) tempat mangkalnya bis Primajasa ini jam 11.45 siang. Lumayan cepat juga sih. Sopir sudah menunggu untuk menjemput kembali ke rumah.
Saya rasa dengan memakai bis ini langsung dari airport Cengkareng ke Bandung, cukup menyenangkan. Biaya juga sangat memadai.
Dan... untuk Zaki kesampaian deh! Ke Jakarta pakai Cititrans, pulangnya ke Bandung pakai bis Primajasa. Lain kali kita coba pakai kereta api ya Zaki? Mudah2an Zaki puas dengan liburan 3 harinya di Jakarta......

March 23, 2008

Zaki di Dufan

Sabtu, 22 Maret 2008.

Sejak pulang dari Kidzania sudah ngomong pengen ke Dufan. Padahal Zaki udah beberapa kali ke Dufan dengan Wiwi dll.
Kebetulan Yana dan Agoes juga pengen melihat Dufan kembali. Terakhir kali ke Dufan ketika Yana masih di kelas 6 SD. Jadi udah lama banget.

Kami berangkat sekitar jam 10.00 pagi dari rumah dengan melihat atlas kota Jakarta donk!!! Biarpun lewat jalan toll teuteup aja kudu dipandu ama atlas kota Jakarta yang canggih itu.

Nah ini dia foto2 Zaki di Duffan:

Masih pagi, belum banyak orang, jadi Zaki bisa bermain dengan tenang

Main_bumper_car


 

Naik_motor_sama_oom_agoes



Naik_apa_ya

Bumper_boat  

 

 

P1010835

Kami makan siang di restoran Jepang (restoran apa warung ya?). Pokoknya perut kudu di isi deh!

Yang lucu ketika kami masuk ketempat Star War. Mula2 Zaki duduk anteng disebelah saya dan siap memegang pistol untuk menembak mahluk2 di angkasa itu. Tapi begitu kami memasuki area pertempuran tiba2 Zaki sembunyi dibawah meja..... ha ha ha!!!
Ketika keluar ditanya kenapa sembunyi gitu? Alasannya, katanya nembaknya dari bawah meja.....hi hi hi.....

  Zaki_ngeles

 
 


Kok seperti Yana waktu kecil ya? Ketika itu kami sekeluarga main di Disney LA. Memasuki Haunted Mansion, Yana yang satu kereta ama Iman, nutup mata sepanjang perjalanan dalam Haunted Mansion itu. Sedang Len, Yani dan saya ketawa2 di kereta yang lainnya. Jauh2 ke Disney buat tutup mata.....!!!!

Makin siang dan sore, mau main apa2 musti ngantri panjang sekali. Yana dan Agoes pengen nyoba Arung Jeramnya. Jadi Zaki saya ajak kembali pake bumping boat. Zaki boleh yang nyetir. Tapi masya Allah itu boat ke kanan dan ke kiri gak ada arah....!! Pake marah2 lagi sebab mo diambil pic nya. Kesudahannya, saya ambil alih setirnya tapi waktu udah habis dan kita masih ditengah danau. Kebayang gak???

Zaki_nyopir_boat

 


Yana dan Agoes kepaksa beli baju karena mereka basah kuyup dari bermain arung jeram itu. Kata Yana, tadinya mereka menertawakan anak kecil yang pake jas hujan. ternyata anak kecil itulah yang paling betul!!

Sementara menunggu Yana ganti baju, Zaki bikin potret dekat rumah jail.

P1010854

 


Jam 5 sore kami baru nyampe rumah. Cape betul. Males keluar rumah lagi. Padahal pagi tadi Zaki ngomong pesen chicken wing yang dari Chicken Story. Ya udah, pesen aja minta delivery.......

March 22, 2008

Zaki di Kidzania

Jum'at 21 Maret 2008.

Pagi2 Zaki udah bangun, keinget mo ke Kidzania. Setelah mandi dan berpakaian saya suruh Zaki sarapan nasi dan ayam kecap. Biasanya sarapan Zaki cuma roti aja. Tapi hari ini saya ngotot Zaki harus makan nasi sebab sesi bermainnya 5 jam!!

Untuk yang baru pertama masuk Kidzania, cukup membingungkan juga sih. Anak dikasih cek yang harus ditukarkan di bank dalam kota Kidzania itu. Jadi, area bermain ini dianggap sebagai suatu kota. Saya cukup bingung juga dimana mendapatkan peta kotanya. Untunglah, mba2 di sana sangat membantu. Zaki berani masuk sendiri ke dalam bank untuk menukarkan cek dengan uang 50 Kidzania.
Memang di sini anak2 diajarkan mandiri. Dan anak2 di sini dipanggil bapak atau ibu loh!!!

Karena nini sama dengan Zaki baru pertama kali masuk ke Kidzania jadi bingung sendiri dan ber-tanya2 mainan apa yang bisa di mainkan? Zaki udah marah2 aja. Padahal kalo kita gagal..... wah duit masuknya lumayan tuh....!!!
Dari penjelasan mbak2nya, dilihat di peta jika dibelakang nama tempat mainnya ada tanda + berarti bisa bekerja dan mendapat upah. Tetapi jika tandanya - berarti kita mengeluarkan uang.
Dan setiap permainan ngantrinya lumayan panjang. Sampai2 saya membayangkan, beginilah kalo mencari kerja tuh ya. Musti sabar mengantri..!

Ngantri

Akhirnya Zaki per-tama2 pengen main jadi 'bob the builder'.

Zaki_jadi_bob_the_builder

Setelah itu menjadi pengisi bensin di pompa bensin.

Kerja_isi_bensin

 

Lalu Zaki mau naik bis keliling kota dulu. Mau liat ada apa aja di kota Kidzania ini.

Orientasi_kota

Ternyata bisa jadi pegawai pemadam kebakaran. Di sini harus dibriefing dulu sebab menjadi pegawai pemadam kebakaran tidak asal begitu aja. Diterangkan cara memakai alat pemadam kebakaran dsb.

Briefing_1


Bertugas

Dapet_upah

Terakhir Zaki jadi pilot pesawat Air Asia. Karena mainnya diruang tertutup, jadi gak bisa dipotret oleh nininya.

Gak kerasa aja udah jam 14.30. Dan kalo masih mau main lagi udah nanggung sebab toh musti ngantri sedang sesi pertama tuh dari jam 10.00 sampai jam 15.00.

Payahnya selama bermain Zaki gak mau makan sama sekali. Untung pagi tadi di isi nasi. Padahal udah dibelikan hotdog dan juice. Zaki ketakutan ntar tempatnya diambil orang lain dan barangkali juga sangat excited ama permainannya jadi merasa terganggu disuruh makan waktu berdiri ngantri juga.

Capek juga ngider ngikutin kemana Zaki selama 5 jam. Tapi, saya rasa permainannya bagus juga. Salut sama orang yang punya idea seperti ini. Bayangkan, pastilah tadinya cuma jual gambar untuk dapat sponsornya khan???

Sorenya gak ke-mana2, pesen makanan dari Boplo aja. Untuk Zaki dibelikan nasi dan sate ayam...

Kata Zaki kapan2 mo main lagi ke Kidzania. Per-tama2 mau bikin SIM dulu biar bisa nyopir mobil.

Kemarin itu kami terlambat ketika Zaki mo bikin SIM. Di rumah sakit untuk periksa kesehatannya sudah habis formulirnya. SIM nya tuh kayak SIM beneran loh!!!


March 20, 2008

Cititrans dan long weekend.

Untuk orang Bandung dan yang sering pergi-pulang Bandung-Jakarta, Cititrans ini udah gak asing lagi.

Cititrans adalah moda transportasi ke Jakarta yang cukup beken di Bandung. Dalam  satu kendaraan maksimum berisi 8 orang termasuk sopir dan setelah 2 jam berkendaran sampailah ke point yang kita tuju (biasanya yang terdekat dengan tujuan kita).

Beberapa kali Zaki mengantarkan atau menjemput bapaknya yang karena suatu keperluan harus ke Jakarta menggunakan Cititrans.
Lalu suatu kali Zaki bilang ingin mencoba naik Cititrans. Selama ini ke Jakarta bila membawa Zaki selalu memakai kendaraan pribadi.

Mendengar itu, saya menjanjikan akan ke Jakarta bersama Zaki memakai Cititrans.
Karena  Kemis 20 Maret 08 dan Jum'at 21 Maret 08 ini ada libur yang diteruskan sampai Sabtu, maka saya putuskan akan membawa Zaki berlibur ke Jakarta dengan memakai Cititrans. 

Biasanya Homecare hari Sabtu kerja setengah hari. Kebijakan ini diambil berhubung banyak pasien yang keluarganya kerja dihari lain dan libur dihari Sabtu maka mereka baru ada kesempatan untuk datang ke Homecare hari Sabtu pagi.
Untuk kesempatan ini saya meliburkan Homecare sebab kunci2 semua ada ditangan saya. Endah sudah cuti panjang sejak 11 Maret 08 yang lalu.

Singkat cerita, Zaki kesampaian juga mencoba Cititrans.
Zaki juga yang memutuskan berangkat jam 8 pagi.

Ketika tiba di point Cititrans Bandung (jl.Dipati Ukur) saya bertemu Tetet Danisworo yang juga akan ke Jakarta tetapi tujuan Bintaro sedang saya tujuan Sudirman (SCBD).
Jadilah saya asyik ngobrol2 dulu ama Tetet sebelum kami berangkat dengan kendaraan yang berbeda.

Biasalah sejak jaman mahasiswa kalo udah ketemu Tetet pasti selalu rame aja ceritanya.

Ketika saya masih mahasiswa, Tetet tuh yang mengurus perpustakaan Arsitektur ITB. Ketika itu masih pacaran ama Danisworo, calon arsitek yang lagi ujian proyek akhir.
Setelah menyelesaikan kuliahnya mas Danis dikirim ke USA mengambil masternya.
Jadi deh Tetet pacaran jarak jauh. Tahu sendirilah jaman itu, komunikasi belum secanggih sekarang. Akhirnya Tetet juga dikirim ke Hawai untuk memperdalam tentang perpustakaan. Dan  yang kemudian kita dengar  mereka berdua menikah.
Kemudian ketika saya menyelesaikan studi saya, sempat juga saya kerja di Encona, yang ketika itu dipimpin oleh mas Danis.
Ketika itu anak2 masih kecil banget. Setelah itu mas Danis masih studi lagi di USA dengan membawa keluarganya.

Pada suatu saat saya bertemu mas Danis lagi mengurus kepindahan sekolah anak2nya ke tempat anak2 saya bersekolah. Dan jadilah Lendra bersahabat sampai sekarang dengan Didon Danisworo. FYI, Arleta Danisworo presenter di salah satu TV swasta adalah adiknya Didon.

Makanya kalo ketemu Tetet dalam kesempatan apa aja masih aja rame seperti dulu....

Nah, kembali ke cerita Zaki naik Cititrans ke jakarta, sepanjang perjalanan senyum2 dia. Sempat juga Zaki ketiduran sebentar. Kami tiba di SCBD jam 10.00 masih pagi, menunggu dijemput Yana. Lalu Zaki pengen tau dimana nininya membelikan oleh2 cemal-cemil.

Sebenernya Cemal-cemil itu adanya di Kemang khan ya? Tapi dia juga ada cabangnya di clubstore situ. Jadilah Zaki bisa pilih apa yang dia suka. Cuma milih permen karet jaman baheula kok. Ada permen rokok2an tapi saya gak mau belikan, ntar jadi kebiasaan dia untuk bergaya merokok......

Lalu oleh Yana dan Agoes kami dibawa ke Pacific Place, mo liat aja dulu apa bisa langsung ke Kidzania. Ternyata tiketnya udah habis. Maka kami beli untuk keesokan harinya.

Makan siang di tempat Yana aja dengan memesan dari restoran di GF Apartemen. Zaki suka banget dengan ayam goreng kecapnya.

Sore hari Zaki berenang dibawah dengan Agoes. Dan saya berkesempatan bertemu denganWindira sebentar. Windira juga tinggal di apartemen yang sama, hanya beliau di lantai 23 sedang Yana dilantai 12.

Malamnya kami  makan di Chicken Story Senci. Sebab ketika ditanya mau makan apa, Zaki bilang mau makan ayam. Iseng2 saya tambahkan 3 sayap yang nampaknya ada sedikit cabenya. Ternyata Zaki suka banget. Selesai makan masih makan Ice cream strawberry. Ice creamnya bentuk kerikil kecil gitu. Pokoknya banyaklah yang masuk ke perutnya, barangkali cape berenang ya?

Maap ya posting kali ini agak mirip laporan..... Sekalian laporan buat ibunya Zaki yang jauh.....

March 12, 2008

Menjelang keberangkatan

Jum'at 7 Maret 2008, libur hari Nyepi.
Untuk mereka yang libur pada hari Sabtu, maka ini menjadi akhir pekan yang panjang.
Yana dan Agoes ke Bandung dalam kesempatan libur panjang ini.
'Kangen ke Zaki' katanya.
Tapi malah Zaki pergi ikut dengan Iwan-Sandra-Freya dan Ida ke Taman Safari dan dilanjutkan keesokan harinya ke Ancol, Dufan dengan Wiwi dan rombongannya.
Ketika saya katakan pada Zaki bahwa Yana akan ke Bandung, eh Zakinya sih malah bilang ' Hari Minggu Zaki juga balik kok.

Tanggal 7 Maret adalah hari lahirnya Yana dan Yani.
Sesudah magrib, Len, Endah dan saya diajak makan di Sushi Tei oleh Yana. Di sana bertemu dengan teman2 sahabat Yana dan Yani sejak SD.
Melihat mereka sekarang, saya makin merasa sudah tua sekali.

P1010240_a

Moreza udah jadi seorang bapak dengan 2 anak. Begitupun Anya, anaknya udah 2. Ipin dan Areni masih suka jomblo seperti Yani......

Betapa cepatnya waktu berlalu. Rasanya masih kemarin ini mereka anak2 yang sering ngumpul2 di rumah. Kadang buat pr. Kadang nonton Video atau nonton ke bioskop sama2.
Tengoklah sekarang mereka sudah bekerja dan mempunyai kariernya masing2, tapi hubungan masih tetap terjaga.

Hari Sabtu malam, giliran Len ngajak makan di Midori. Karena sebelah atas Midori tempat pijit sehat, Yana dan Agoes menyempatkan diri dipijit dulu sebelum makan sama2.
'Kita kumpul dulu.... Endah beberapa hari lagi akan berangkat dan lama baru kembali ke Indonesia'

Zaki memang kembali ke rumah hari Minggu. Tetapi Yana juga kembali ke Jakarta. Begitupun Len ke Jakarta dulu untuk bertemu dengan temannya sekalian pinjam mobil Yana untuk pulang ke Bandung pada hari yang sama. Mobil kita ditabrak orang dari belakang ketika Len dan Endah ke Jakarta beberapa hari sebelumnya.

Hari Senin malam Aso dan Wiwi ngajak makan di Eastern bersama Iwan, Sandra dan Freya. Semacam makan malam perpisahan sebab keesokan harinya (tgl 11 Maret) Len dan Endah akan berangkat. Aso dan Wiwipun akan berangkat ke USA tgl 17 Maret dan Iwan kembali ke Yaman tgl 19 Maret.

Beberapa malam makan di luar rumah terus!!!

Untuk efisiensi Len dan Endah berangkat ke Jakarta memakai bus Primajasa yang langsung ke airport Cengkareng.
Jadilah saya dan Zaki jaga rumah nih.
Pesawat mereka berangkat jam 5 sore dan tengah malam baru berangkat ke Melbourne.
Yani seneng deh sebab gak sendirian. Teguh dan Mia kabarnya udah dapat rumah dan tinggal gak jauh sih dari rumah Len.
Rencananya sih Len akan segera kembali ke bandung setelah urusannya beres di Melbourne. Lalu kita akan menghadapi pekerjaan pindah rumah.......

March 03, 2008

Masih sempat....

Hari Jum'at saya ditilpon Nurul yang tinggal bersama mama.
Katanya, kalo saya ke Jakarta tolong ditengok tante Toef yang sedang terbaring di MMC.
Hari Rabu sebelumnya mama ke Jakarta menjenguk tante Toef  di MMC. Rencananya Rabu sore itu kaki kirinya akan diamputasi sebab sudah infeksi yang membusuk.

Tante Toef adalah kakak tertua papa saya dan berusia 92 tahun. Sudah sejak beberapa tahun terakhir memang sakit. Sakitnya orang tua dan makin hari makin tidak mengenal orang lagi.
Beliau tinggal bersama puterinya yang sulung .
Sudah berapa tahun ya saya gak menjenguk tante saya ini?

 

 

Berangkatlah saya ke Jakarta pada hari Sabtu siang memakai kendaraan travel.
Saya dijemput Yana dan Agoes yang langsung mengantar saya ke MMC.

Di MMC saya bertemu dengan tante Anipoes, adik papa dan putri bungsunya tante Toef.
Memang betul tante Toef sudah tidak mengenal saya lagi. Bicaranyapun sudah tidak jelas apa maunya. Badannya sudah kecil sekali. Menurut penglihatan saya juga hanya kulit membungkus tulang.
Kata Lilia, puteri bungsunya sebetulnya ada gagal jantung. Tapi hebat loh, masih bisa bertahan setelah operasi amputasi dengan bius total.

 

 

Keesokan harinya, pagi2 sekali, kami mendapat tilpon dari tante Anipoes bahwa keadaan tante Toef gawat sekali. Tekanan darahnya 80/60. Saya masih tenang2 saja. Sebab ketika Iman tekanan darah segitu masih bertahan beberapa hari begitu juga ketika alm. ceuk Uken.

 

Tapi gak lama kemudian, Titis, anaknya tante Anipoes, tilpon juga, mengabarkan bahwa tante Toef sudah meninggal dunia sekitar pukul 9 pagi. Innalillahi wa inna ilayhi roji'uun......

Tiap orang emang beda ya? Tante Toef gak sama dengan Iman dan ceuk Uken!!!!

   
 

Berangkatlah saya dan Yana ke rumah sakit.
Dan kami berada di rumah sakit sampai jenazahnya diberangkatkan kerumah Yani putri sulungnya tante Toef.

   

Di rumah sakit saya bertemu dengan saudara2 yang sudah lama banget gak ketemu. Seperti oom Soni Harsono (mantan menteri BPN) dan isterinya tante Rena. Juga anak2nya Kirwan dan Eddie. Kirwan dulu, ketika mahasiswa di Bandung, sering banget ke rumah saya dan suka nginep kalau week end gak ke Jakarta. Saat itu dia tinggal di asrama NHI. Sekarang anaknya yang paling besar aja udah SMP. Makin tua aja nih rasanya.....

Eddie sekarang sudah dokter. Eddie dan isterinyalah yang mengambil inisiatif membawa tante Toef ke rumah sakit.

   
   

Selain itu saya juga ketemu tante Reny. Ketika saya masih kelas 6 SD tinggal dengan nenek saya, tante Reny ini kost di rumah nenek saya. Ketika itu saya masih memanggilnya zus Reny. Kemudian zus Reny ini menikah dengan sepupu papa saya sehingga saya harus memanggilnya tante Reny.

Udah luama banget saya gak bertemu. Salah satu anaknya pernah ditempatkan di Bank Niaga Bandung dan ketika itu sering banget bertemu Iman. Saya jadi ingat Sandy (Sinbad) ketika itu baru menikah beberapa bulan dan isterinya sedang hamil ketika kemudian meninggal. Tapi 3 tahun kemudian Sandy menikah dan ditempatkan di Bank Niaga Cirebon. Itulah terakhir yang saya tahu tentang Sandy.....

 

 

Saya berpisah dengan keluarga2 ini ketika jenazah dibawa ke rumah Yani. Masih ada acara yang akan saya hadiri. Bisa baca di;


   
http://nipop.multiply.com/journal/item/38/Numpang_Jualan_di_Warung_Orang_Lain
   

Sungguh masih sempat saya kemarin menjenguk tante Toef dan hari ini beliau sudah tiada.
Innalillahi wa inna ilayhi roji'un............

February 24, 2008

Harinya Freya

Zaki_di_birthday_freya

Hari ini ulang tahunnya Freya yang ke 3.
Dirayakannya di KFC jln. Martadinata gak jauh2 sih dari rumah.
Kebetulan ayahnya baru Jum'at kemarin balik dari Yaman. Jadi Freya merayakan ulang tahunnya didampingi ayahnya.


Tapi apa yang terjadi?
Sepanjang hari itu Freya gak mau lepas dari bundanya atau mbaknya. Malah disertai airmata pula.

Zaki_dan_minumannya


Yang kebagian enaknya Zaki donk!

Pan Freya ama Zaki sepupuan? Jadi waktu tiup lilin atau motong kueh ya Zaki yang mewakili.
Lucu khan ya??

Yah begitulah Zaki dimana ada kesempatan ya dipakai donk!!

P1010217

Jadi maap aja postingan tentang ultah Freya malah diisi foto2nya Zaki mulu!!!!!

February 16, 2008

Yana General Check-up

Hari Senin 11 Pebruari 08 yang lalu, tiba2 Yana tilpon ngasih tau sedang dalam perjalanan ke Bandung. Paginya jatuh pingsan di kamar mandi, lalu oleh Agoes suaminya, dibawa ke Bandung untuk diperiksa keseluruhannya di rumah sakit Santosa.

Saya lalu cari2 tau siapa dokter yang bisa dihubungi di rumah sakit Santosa itu. Rumah sakit Santosa merupakan rumah sakit baru di Bandung dan denger2 sih katanya ada embel2 international di belakangnya.

Oleh dokter Reggy direkomendasi dr Ella Kustila.

Saya baru nyampe di rumah sakit itu setelah siang dan Yana sudah menjalani pemeriksaan CT scan dan pemeriksaan laboratorium. Kata Len, karena Agoes masih di Bandung, biar saja Agoes yang menemani. Apalagi Zaki ngotot ikut ke rumah sakit padahal anak kecil gak boleh masuk, jadinya  Zaki nunggu aja di ruang tunggu dengan ditemani 'mba Witri'.

Sempat juga saya bertemu dengan dr.Ella yang sudah bicara pertelepon pada dr. Reggy.

Hari Selasa pagi2 Agoes udah balik ke Jakarta dengan meninggalkan mobil Yana di rumah. Sedang Agoes diantar ke Citi-trans balik ke Jakarta sebab musti ngantor.

Hari itu saya menemani Yana menjalani pemeriksaan endoskopi, USG payudara (pengganti mammographi) dan EEG.
Karena rumah sakit masih baru segala peralatannya juga baru dan pelayanannya cepat sekali.
Sore hari saya pulang dijemput Len, Endah dan Zaki. Lagi2 Zaki nunggu di ruang tunggu dengan ditemani Endah & Len secara bergantian.

Rabu seharian di rumah sakit lagi sambil menunggu hasil EEG. Sesudah lewat jam 12 siang berarti masih musti di rumah sakit semalam lagi.

Hari Kamis pagi, mama saya menilpon ingin menjenguk Yana. Mama menjemput saya lalu ber-sama2 kami ke rumah sakit.
Saya terkesan dengan pelayanan dimana mereka sangat membantu dengan orang tua yang memakai kursi roda. Tadinya sih sopir mama yang akan mendorong kursi roda mama, tetapi dia harus mencari parkir mobil, makanya mama didorong oleh seorang pegawai rumah sakit.

Ternyata hasil EEG sudah ada dan Yana boleh pulang hari ini. Secara kesuluruhan hasil pemeriksaan adalah bahwa lambung Yana memang kecil, jadi gak bisa makan banyak sekaligus. Harus sedikit2. Juga ada gastritis dan memang gak bisa makan nasi lagi juga sebangsa mi gitu tapi nasi lembek boleh artinya sebangsa bubur atau nasi tim (halah!). Tetapi kentang, roti boleh, hanya gak bisa banyak sekaligus.
Selain itu juga ada migraine, nampaknya susu juga bisa jadi pemicu untuk migrainenya. Dicoba dulu menghentikan susu lalu setiap makanan yang masuk yang mengakibatkan sakit kepala atau perutnya jadi bermasalah supaya dicatat sehingga sebaiknya dihindari.

Kalo menurut saya sih..... Kayaknya Yana tuh stress dengan pekerjaannya.

 

Kamar_yana_di_santosa

Minggu depan Yana harus kembali untuk kontrol. Kalo masih gak ada perubahan akan dicoba pemeriksaan MRA yaitu melihat pembuluh darah dalam otaknya.

Hari ini Yana kembali ke Jakarta, dijemput Agoes yang datang kemarin, kebetulan ada pekerjaan di Bandung dari kantornya.

Mudah2an gak ada apa2. Betul2 dari capek dan stress pekerjaan; butuh selingan dulu sebentar.

Waduh....!! Akhir2 ini saya kok mengisi hari2 dilingkungan orang sakit dan rumah sakit yak?????

February 08, 2008

Operasi prostat

Hari Senin yang lalu, 4 Februari 08, saya mendadak ke Jakarta bersama Ida, Wiwi, Wati, Ade dan mang Ehon suaminya Wati.

Sehari sebelumnya Wiwi tilpon, mengabarkan bahwa kang Kosim, suami alm. Ceuk Uken akan dioperasi prostat. Kang Kosim barangkali gak mau ngerepotin orang, jadi ngasih tau ke Yanti anaknya juga mendadak ketika harus masuk rumah sakit. Jadi aja, Yanti  cerita ke Wiwi dengan menangis.

 

Akhirnya kita putuskan ke Jakarta rame2 untuk membesarkan hati Yanti. Tina, adiknya Yanti, udah keburu berangkat ke Amerika untuk mengurus pensiun dan greencardnya. Jadi kasihan juga Yanti harus menghadapi sendirian di Jakarta.

 

Kami berangkat jam 13.30 siang, mampir makan siang yang dipakai saya untuk sholat jama'qashar, dan tiba di Jakarta jam 16.00 langsung ke rumah sakit Mitra International di Jatinegara. Jam 16.30 kang Kosim dibawa ke ruang operasi sebab operasi akan dijalankan jam 17.00.
Sedih juga melihatnya ketika kang Kosim bilang ke Yanti untuk mendoakannya....

 

Akhirnya kami semua menunggu aja di lorong tempat dimana ada ruang operasinya.
Di sana saya bertemu dengan Tien dan mas Toto suaminya serta Indra anaknya. Yanti juga ditemani oleh Andika suaminya (itu loh, In, sepupu calon iparnya Iin!). Kemudian ber-turut2 juga datang Aty dan Egi anak2nya Ceuk Icih.

 

Kami bisa bertemu kembali dengan Kang Kosim ketika selesai operasi dan  dibawa ke intermediate room. Kabarnya akan diinapkan semalam di ruang ini. Mengingat usia yang sudah 71 tahun jadi akan dipantau sepanjang malam di ruang ini.

 

Setelah dilihat keadaannya juga baik, artinya Kang Kosim sudah bisa tertawa, maka kamipun pamit kembali ke Bandung jam 21.00 malam itu. Dan saya sampai di rumah jam 23.30 langsung tidur, sudah sholat jama'qashar khan?

 

Siang ini ada sms dari Yanti, mengabarkan sore ini katheter dilepas dan insya Allah besok boleh kembali ke rumah.

Alhamdulillah, mudah2an sehat seterusnya seperti sediakala.

 

Yanti juga sekarang belajar untuk bisa mengurus papanya.

 

 

Sedih betul ya, kalo ditinggal selamanya oleh isteri tuh.... Biasanya khan kalo seorang suami sakit, ditungguin oleh isteri bukan?

Dulu ketika Iman sakit di rumah sakit, saya juga turut 'sakit' dengan menginap di rumah sakit.

Yanti cerita sebelum berangkat ke rumah sakit, kang Kosim sempet ke kuburan isterinya dan lama sekali berdoa di sana... Duh, gimana ya perasaannya? Jadi gimana juga ya kalo saya sakit?  Ya Allah, mudah2an saya diberi sehat sampai akhir hidup saya, tidak menyusahkan orang lain.....amin.!

 

 

 

 

January 28, 2008

Motor, oh motor.....!

Akhir2 ini rasanya motor tuh makin banyak aja berkeliaran di jalan. Kayak semut yang mengerubungi, apalagi kalo udah disekitar lampu lalu lintas. Pas lampu warna ijo, maka semut2 berebutan untuk lari entah apa yang dikejar....

 

Saya suka merasa ngeri aja melihat keadaan seperti ini, makanya saya sekarang udah gak berani nyopir mobil sendiri. Jalan kaki sendiri juga gak berani, takut disenggol motor yang kadang2 bisa aja naik ke atas trotoir yang sebetulnya diperuntukkan pejalan kaki.

 

Ada beberapa kejadian yang membuat saya memiliki rasa takut itu:

 

Pada suatu pagi, saat Iman masih sehat, kami berdua jalan pagi hari. Persis dipintu masuk pom bensin dekat rumah, ada bapak yang memboncengkan anaknya naik motor. Anak itu duduk didepan bapaknya. Dan anak itu rasanya sih, masih berusia dibawah 5 tahun deh.

Tiba2 ada mobil yang akan berbelok masuk ke halaman pom bensin. Bapak mungkin grogi lalu motor jadi gak seimbang dan akhirnya jatuh. Anak terpental dan jatuh diatas aspal....

Saya yang berada tidak jauh dari situ, rasa lemas sekali dan seperti gak sanggup untuk meneruskan jalan pagi saya.

Sungguh berbahaya  menggoncengkan anak kecil dengan sepeda motor. Mau itu didepan pengemudi ataupun dibelakang pengemudi.

 

Adi, perawat yang merawat Iman waktu sakit, pernah suatu pagi datang agak terlambat karena schok ketika terjadi kecelakaan dimana dia berada dibelakang tidak jauh dari seorang ibu yang menggoncengkan anaknya dibelakang, dan anak itu jatuh mungkin karena masih ngantuk ya, lalu disamber ama mobil yang sedang lewat pula.

 

Kejadian lain, saya juga lagi jalan2 pagi nih. Minggu pagi, biasanya rame deh yang jalan. Tiba2 ada motor dikendarai oleh dua orang yang berboncengan melaju dengan cepat disamping saya. Gak lama kemudian ada ibu2 muncul diujung jalan sambil ber-teriak2 : maling... maling!! Ternyata keduanya habis menjambret tasnya si ibu...

 

Nah pagi ini saya pergi melayat mertua sepupunya Iman yang udah sepuh (umur 83 tahun). Isterinya meninggal tepat 2 tahun yang lalu siy... Kalo dilihat dari umur ya udah sepuh lah ya... Tapi donk, meninggalnya menyedihkan sekali.

Semalam, bapak ini tuh, berbelanja ke toko Alfamart di depan rumahnya. Ketika menyebrang untuk pulang, ditabrak oleh motor yang dilarikan dengan kencang sehingga bapak terpelanting mencium aspal. Sempat juga dibawa ke rumah sakit Advent. Katanya tadinya mau dioperasi kepalanya. Tetapi ternyata bapaknya juga udah gak kuat. Kalopun dioperasi kepala udah banyak retaknya, begitupun muka, pangkal lengan dan entah apalagi.

Setelah ditelusuri ternyata yang mengemudikan motor adalah anak ABG tanpa SIM!!!

Aduh, tolong ya... orang tua yang mau kasih motor ke anaknya yang ABG, tolong dinasihati, naik motor di jalan umum tuh bukan untuk balapan motor........

 

Motor, emang sih untuk mendapatkannya sekarang gampang kayaknya ya. Asal bisa bayar uang muka, ada yang bahkan katanya cuma 500 ribu rupiah udah bisa dapat motor. Urusan cicilannya, urusan belakang katanya.

Tapi kok kalo cara mengendarainya kayak gitu... bukannya mempermudah urusan malah jadi banyak urusan kemudiannya........

January 25, 2008

Sakit Kepala

Kemis pagi, 24 Januari 2008, Yana tilpon sedang dalam perjalanan ke Bandung.
Agoes suaminya, ada kerjaan di Bandung dan Yana ikut suami sebab udah merasa tidak tahan lagi dengan sakit kepalanya.

 

" ibu ada acara apa pagi ini?"
"mau ketempat Lydia"
"tolong bu, kalo bisa, aku pengen diperiksa sakit kepalaku ama tante Reggy"

Ternyata Reggy sibuk banget hari ini. Tapi Regyy kasih rekomendasi menemui dr Yani di Borromeus.
Anna setelah ditilpon juga mau bantu daftarkan dulu untuk Yana. Huh, ada untungnya juga punya teman2 perawat tuh ya??

Jadi Endah drop saya dan Yana di rumah sakit Borromeus, sebab Endah juga ada keperluan lain. Lagian Yana udah didaftar oleh Anna khan?

Anna sekarang udah dipindah tugaskan menjadi kepala perawat di Carolus 3 yang menurut saya tentunya pekerjaannya jadi lebih santai dibanding dengan di stroke unit. Tapi menurut Anna, masih menyesuaikan diri sebab udah 25 tahun selalu dibagian intensif....


Dan bagaimanakah hasil pemeriksaan dengan dr Yani yang juga neurolog? 
Katanya, Yana kekurangan karbohidrat dan kalsium. Memang sudah lama Yana tidak makan nasi, makanya harus disubstitusi dengan roti atau kentang. Untuk mengatasi kekurangan kalsium harus minum susu.
Kekurangan kalsium bisa mengakibatkan otot2 cepat menjadi kaku dan bila kakunya disekitar leher bisa membuat sakit kepala. Apalagi kalo kerjanya seharian didepan komputer terus.
Setahu saya, anak2 ini emang pada males minum susu, takut gemuk ngkali ya. Padahal kalo kurang susu bisa mengakibatkan cepat kena osteoporosis khan ya???
Nah, kelemahan Yana yang lain adalah, lambungnya kecil. Jadi kalo kebanyakan makan langsung mual dan pengen muntah. Makanya dia harus makan sedikit2 tapi sering.
Ini juga karena pola hidup dulu waktu mahasiswa. Kuliahnya di Unpad Jatinangor. Pagi2 belum sarapan udah berangkat. Di sekolah gak berani jajan, sebab merasa udah pernah kena typhus waktu SMP, takut jajanan gak bersih (rada parno ya?). Pulang sekolah, jam 5 baru deh makan di rumah yang dianggap makan pagi-siang dan malam sekaligus.
Dulu dr. Jumhana udah bilang gaya hidup begini harus diubah. Saya suka taruh makanan di mobilnya, malah dilarang oleh Yana yang merasa terganggu sebab teman2nya yang nebeng jadi mengotori mobilnya dengan memakan makanan yang saya siapkan dalam mobilnya.
Akhirnya, selalu saja terjadi keluhan dari lambung dan bagian perutnya. Terakhir, tahun lalu ketika saya bertemu Yana di Singapore sebelum berangkat ke Melbourne, Yana memang memeriksakan dirinya di salah satu rumah sakit di sana. Katanya, udah gak bisa di apa2kan kecuali memakai pain killer. Gimana toh ya??

Tapi sekarang saya ngerti, berarti seperti kata dr. Yani, makannya harus sering dan sedikit2 gitu loh.


Hari ini saya tilpon lagi ke Jakarta (Yana balik ke Jakarta hari Kamis itu juga), katanya malah kepalanya lebih sakit.
"Ya udah, balik lagi aja atuh ke Bandung" kata saya
Tetapi katanya mau diusahakan ke dokter di Jakarta aja.

Saya usul kalo mau, dicoba pengobatan pijit oleh Diah.
Awal tahun 90, saya pernah sakit kepala luar biasa yang diakibatkan oleh pengapuran di beberapa ruas tulang leher. Oleh dr.Achmad Djojosugito (ahli orthopedi), ditraxi (betul gak sih nulisnya?). Tapi setiap abis ditraxi, saya pasti muntah2. Lalu saya pindah dokter, namanya dr.Ahmad Tohari Muslim. Saya dikejutkan dengan dilistrik dan diberi es batu. Sungguh gak enak. Sakit kepala gak menjadi lebih ringan. Ke dr. Peter, malah lengan saya di-tusuk2 jarum entah alat apa, lalu komentarnya, gak boleh di depan komputer lebih dari 15 menit.
Seorang sepupu saya di Jakarta, mengajak ketempat Diah. Waktu itu Diah prakteknya masih di Grogol.
Saya ditidurkan di atas tempat tidur besi, lalu Diah mengambil tenaga bumi (tenaga dalamnya) dan mengalirkan getaran pada tubuh saya melalui lengan saya. Ada satu titik dipunggung saya,  dimana dia mengalirkan getaran listrik memakai medium kapas basah. Lamanya gak lebih dari 2 menit. Tetapi ajaibnya sesudah itu sakit kepala saya bener2 hilang.

Terakhir kali saya ketempat Diah, bersama Iman, setelah Iman kena stroke yang pertama kali sekitar tahun 95. Diah sudah pindah tempat praktek di daerah Rawamangun. Waktu itu pasiennya udah banyak banget. Nunggunya lama, padahal dikerjainnya cuma 2 menit.
Saya gak tahu, apakah Diah masih disitu. Apakah diantara kalian ada yang tahu????

Gak tau nih Yana apa masih sakit kepalanya. Kalo udah ampir abis obat dari dr Yani, ya sebaiknya ke Bandung aja deh. Biar sekalian diperiksa, general check up gitu deh.

Kalo di Bandung, saya bisa menemani. Tetapi kalo di Jakarta agak sulit untuk saya menemani, sebab berarti ke-mana2 kudu naik taxi. Sekarang udah tua udah gak berani sendiri ke-mana2 tuh.......

January 08, 2008

Ke Bandara

Hari ini Yani harus balik ke Melbourne setelah sebulan berada di Indonesia. Cutinya udah habis, balik Melbourne, balik kerja lagi!!!!!

Tadinya Len, Endah dan Zaki juga mau turut mengantar ke bandara. Tapi Len masih sakit. Begitupun Zaki demamnya masih naik turun. Jadi Endah juga gak bisa ke Jakarta.

Ya sudahlah, saya saja yang mengantar Yani.

Beli dulu makanan buat bekal di jalan. Maklum nih ibu2 suka lebih mikirin perut!!!

Udah gitu jemput dulu Iwan di Bank Niaga Dago.

Iwan_sandra_freya

Iwan adalah sepupu Len, anaknya ceuk Icih. Isterinya, Sandra kerja di Bank Niaga Dago.
Iwan kerja di pertambangan minyak di Yaman. Setiap 6 minggu sekali dapat cuti 1 bulan untuk pulang ke rumah. Jadi Iwan meninggalkan isteri dan Freya, puterinya yang baru berusia 2 tahun (hampir 3).
Semenjak belum menikah memang Iwan selalu bekerja di pertambangan. Dulunya sih di Indonesia aja, misalnya ke Kalimantan atau Sumatera (kalo gak salah!). Sesudah menikah malah ke daerah Timur Tengah gitu. Terakhir sebelum ke Yaman, kerja di Oman. Tapi di Oman tuh kerjanya cuma dapat cuti 2 minggu saja setiap 6 minggu kerja. Khan capek di jalan aja tuh! Yang sekarang sih lumayan, dapat ongkos lagi untuk pulangnya dan balik lagi ke tempat kerjanya.
Kerja kayak gitu kayaknya berat banget. Iwan juga berencana setelah usia 40 atau 45 akan berhenti dari kerja seperti itu. Sekarang sih kayaknya ngumpulin duit aja dulu.
Di Yamannya juga jauh di tengah padang pasir. Dan kerjanya musti stand by 24 jam gitu.
Sepanjang jalan kita ngobrol aja tentang pengalamannya bekerja dikilang minyak seperti itu.

Setiba di Jakarta, harus jemput dulu Yana, yang mau ikut mengantar Yani ke bandara. Kantor Yana disebelahnya Plaza Senayan jadi kita parkir dan tunggu Yana didepan PS itulah.

 

P1010154

 

Pesawat Iwan berangkat lebih dulu dari Yani 1 jam. Iwan pakai pesawat apa ya?

Katanya Yamanian gitu? Dia harus transit dulu di Dubai, lalu ganti pesawat ke Yaman. Setiba di Yaman masih naik pesawat kecil untuk ke kilang minyaknya. Jauh ya????

Yani gak kebagian tiket Singapore Airlines, makanya pakai Malaysian.
Maap ya iYa, saya gak bisa nitip  Yani celorot, karena dia cuma transit sebentar dan selain itu dia juga gak berani bawa makanan basah seperti itu.
Kayaknya iYa musti ke Bandung deh kalo masih pengen celorot tuh.....!!!!

Setelah pada masuk sampai imigrasi, saya pulang dan mampir dulu di tempat Yana untuk numpang sholat. Waah jama' qhasarnya ampir habis nih...!!!
Di tempat Yana jadi keinget 'rumah anginnya' Windira. Kalo liat foto2 Windy yang memperlihatkan rumahnya, persis banget dengan tempatnya Yana deh. Cuma kayaknya Yana menghadap arah berlawanan Windy dan  berada di blok A.

Selesai sholat, meluncurlah saya balik ke Bandung, cuma berduaan aja dengan sopir. Wuuiihh... jam segitu nampaknya waktu jam pulang kerja deh. Jadi jalannya betul2 merayap. Banyak yang arahnya ke Bekasi sampai Cikarang (halo Ke... Keke pulangnya ke Cikarang ya???).
Baru lancar setelah jam 6 sore deh...

Udah musti sholat magrib lagi nih. Sopir menyarankan di km 57. Ternyata emang bagus ya mesjidnya?!?  Toiletnya juga bersih banget. Saya bisa sholat jama qhasar magrib dan isya dengan khusyuk. Nikmat bangetlah......

Jam 20.30 nyampe di rumah  dengan perut lapar karena belon makan malam.

Kembali tidur sendirian setelah 1 bulan tidur ama Yani. Rasanya sepi lagi...!! Gimana dengan Yani ya? Tadi tuh berduaan dengan Iwan, rasa sebel musti balik lagi ke tempat kerjanya........

January 07, 2008

Pamitan

Rencana hari ini agak berantakan. Tadinya, pagi2 Yani mau pamitan ke  mama. Dari situ kita berdua mau pergi ke pijit sehat. Sebelum balik ke Melbourne Yani pengen dipijit dulu. Siang jam 12 Yani janjian sama teman2 ex SMA nya makan siang sekalian pamitan, tapi......

Pagi2 Len ribut mau ke UGD sebab semalaman diare terus. Makan apa ya, kok sampai segitunya? Makan apa semalam?
Endah juga hampir gak tidur sebab Zaki demamnya naik turun. Pesan ke dokter katanya jam 11 baru bisa diterima.

Akhirnya, saya dan Yani di drop Endah dan Zaki  di rumah mama setelah Len balik dari UGD Boromeus. Katanya sih diduga typhus, pokoknya untuk sementara gak boleh makan buah dan sayuran yang berserat. Juga sebaiknya makan yang lembut dulu seperti bubur gitulah.

 

 

Mama saya tuh umurnya udah 86 tahun, alhamdulillah masih sehat. Cuma, sekarang gak mendengar. Pada suatu kali kena demam dan virusnya menyerang syaraf pendengarannya sehingga sekarang gak bisa mendengar.

Komunikasi  dilakukan dengan cara menulis. Tapi tak apalah, "ini cara saya untuk tidak terlalu mencampuri urusan orang lain, tidak mendengar yang jelek2..." begitu katanya selalu. Saya juga kalo menulis berita gak pengen cerita yang sulit2. 

Mama sekarang udah jarang juga mau pergi2an. Ke rumah saya juga udah gak mau, katanya sedih, sebab anaknya udah gak ada. Kepada setiap orang selalu dikatakan bahwa Iman itulah anaknya dan saya ini menantunya. Sebab Iman lebih manis kepada mama daripada saya. Saya terlalu banyak melarang-larang. Misalnya melarang makan coklat, gak boleh makan lapis legit atau gak boleh banyak makan, yang semua itu kesukaan mama. Sedang Iman dulu selalu bilang "kenapa di-larang2; berapa lama lagi sih bisa menikmatinya?"
Ternyata malah Iman yang pergi duluan....., padahal mama tuh udah sakit jantung. Dan sekarang lututnya suka sakit. Kata saya sih, akibat badannya gemuk. Mana kuat lutut menyangga badan yang gemuk???

Di_rumah_mama    

Dulu sebelum Iman sakit, saya suka mengantar mama kontrol ke dokter sebulan sekali. Saya juga suka ikut dalam kegiatan mama, mengadakan pengajian 2 kali sebulan di rumah beliau untuk orang lansia yang ada disekitar rumahnya. Tetapi sejak Iman sakit semua kegiatan itu tidak saya lakukan lagi.

Kemarin mama juga menganjurkan saya ikut lagi dalam pengajian lansia. Tapi saya masih enggan. Apalagi sekarang saya gak punya sopir, siapa yang antar saya? Saya udah malas untuk nyopir sendiri, meskipun saya punya SIM.

Mama tinggal sendiri di rumahnya yang mungil dibilangan Setiabudhi, ditemani oleh Nurul dan anaknya. Nurul adalah seorang mualaf dari Timor. Sebenernya, kuliahnya tinggal menyelesaikan skripsi tapi Nurul tuh kepincut dengan lelaki dari kampungnya dan emang sempet sih dinikahkan oleh mama. Tetapi 2 bulan setelah menikah ditinggal pergi dan ternyata kemudian, lelaki itu malah menikah di tanah seberang.

Nisa_dan_nurul

 

Anaknya Nisa, lucu banget, kalo senyum ada lesung pipitnya.
Saya rasa, mama masih punya semangat hidup karena Nisa inilah.

Sejak kecil, Nisa diasuh oleh mama. Kadang siang tidur sama mama.

 

Sayang fotonya agak gelap.
Nisa lagi sama2 Nurul, ibunya,  di dapur.







Saya dan Yani kemudian diantar oleh sopir mama ke  Istana Plaza tempat dimana Yani akan bertemu dengan teman2nya. Sedang saya meneruskan pulang ke rumah.

Rencananya, Yani pengen makan malam, kumpul2 dengan saudara2nya sebelum pulang ke Melbourne. Tapi yang ini brantakan gak jadi. Sebab dia pulang dari pijit aja udah jam 8 malam. Akhirnya Yani pergi ke rumah Aso dan Wiwi aja pamitan sebab Aso juga lagi sakit.

January 06, 2008

Jalan-jalan ke BSM

Tiba2 Yani ngajak jalan2 ke BSM.

"Tinggal 2 hari di Bandung loh! Aku pengen jalan2 ke BSM. Zaki ikut yuk...."

Semalam padahal Yani udah pergi ama Len makan malam bersama Aso dll di Eastern. Saya, Endah dan Zaki gak ikut soalnya juga udah capek baru pulang dari Bogor.

Akhirnya pergilah kami bertiga ke BSM di drop oleh Len.
Keluar masuk  toko2, liat2 aja dan Zaki rame  sendiri, banyak komentar. Sampai suatu saat tiba2 batuk dan pengen muntah. Buru2 aja kita ke toilet sambil ngomelin si Zaki. Padahal yang dikeluarin  banyak slym. Tapi emang Zaki kalau exited kayak gitu tuh, bisa tiba2 batuk2 dan muntah lendir.!!!

Terus cari makan dulu, soalnya juga udah waktu makan. Naik ke lantai tempat foodcourt. Ketemu Aditya Salya. Temannya Yana dan Yani jaman SMA. Rasanya lucu juga Adit yang dulu sering ke rumah sekarang udah gendong anak!

"Kok anak lo putih Dit? Beneran ini anak Lo?" tanya si Yani sambil ngabur!!!

Zaki ternyata pengen KFC. Sebetulnya saya kurang setuju ama KFC soalnya khan batuk ntar makin gatal deh tuh leher. Tapi anaknya kenceng maunya KFC. Ya udah di turutkan aja daripada ribut2 ditempat keramaian seperti ini.

 

Selesai makan lanjutkan lagi jalan2.

Yani pengen cari oleh2 buat temennya di Melbourne. Ketemunya di Batik Keris. Lumayan deh, dapat baju lucu yang kalo di kurs gak sampai A$15. Khan judulnya musti cari yang khas Indonesia. Sedangkan ke Melb. tuh males aja bawa2 makanan sebab musti declare. Dan berarti harus siap untuk buka2 koper. Inilah yang dihindari....!

Yani menawarkan kemeja batik untuk Zaki, tapi Zaki milih ke Gramedia.
Di Gramedia ternyata Zaki nunjuknya DVD edu. Lumayanlah buat belajar berhitung, perkalian dan juga belajar fisika kecil2an.

Len dan Endah menyusul untuk sekalian menjemput kita.

Sorenya tiba2 Zaki merasa sakit kepala. Apakah karena terus2an didepan komputer ya? Tapi badannya juga agak demam tuh: 38,5! Padahal rencananya hari Selasa mau pada ke Jakarta nih mengantarkan Yani ke airport.......

December 19, 2007

Kambing kurban

Setelah membaca blognya Jaqc tentang kambing yang diberi nama si Mat, jadi geli aja ngebayangin kambing kurban. Sempet2nya dikasih nama si Mat...!!

 

Kebiasaan dikeluarga saya juga berkurban sejumlah orang yang ada dalam keluarga meskipun sebenernya sih semampu kita ya....

 

Ketika Len masih kecil, sering sekali mengalami kecelakaan, jadi istilahnya 'dekat sekali dengan darah'.
Pada suatu saat Len diopname di rumah sakit juga karena suatu kecelakaan, lalu dia berkata begini: "kayaknya ayah dan ibu kurang berkurban deh... makanya aku keluar masuk rumah sakit begini!"

Masya Allah!

Padahal ketika itu Len masih di SD!!

Jadi, Iman dan saya lalu bersepakat setiap kurban diniatkan kurban dari salah seorang dari kami. Misalnya, tahun ini kurban dari Iman, tahun berikutnya saya, lalu Len, Yana dan Yani. Kemudian kembali lagi ke Iman dst.

Sampai pada suatu saat saya bilang, lebih baik kami masing2 berkurban sajalah daripada pusing mengingat giliran siapa tahun ini.....

 

Ketika menyadari untuk membeli 5 kambing sekaligus lumayan harganya, lalu saya siasati dengan cara memelihara anak kambing selama setahun.


Sekarang keluarga saya udah membesar sebab sudah ditambah Endah, Zaki dan Agoes suami Yana. Maka jumlah kambingpun sudah banyak pula. Dan, biasanya saya punya sisa kambing yang lalu dibeli oleh saudara, kenalan ataupun teman yang tahu saya suka punya kambing banyak. Diantara anak2pun kalo merasa sudah mampu, mereka akan membeli kambingnya supaya merasa mereka yang berkurban bukan ayah atau ibunya!
Kemarin ini sempat Aso kehabisan kambing dari saya.


Nah banyaknya kambing2 ini meninggalkan cerita lain:

Zaki, lahir di Melbourne pagi hari jam 6.30 waktu Melbourne. Ketika itu saya ada di Melbourne, menemani Len dan Endah sedang Iman tetap di Bandung. Saya tilponlah Iman pagi hari itu mengabarkan kelahiran Zaki. Iman yang merasa senang sekali punya cucu, lalu menilpon semua saudara2nya mengabarkan kelahiran cucunya. Padahal ketika itu di Bandung baru menunjukkan jam 3.30 pagi!!!


Kemudian, pengertian saya dan Iman tentang cukur rambut, memberi nama dan kekah dilakukan sebelum 7 hari kelahiran anak. Jadi Iman berinisiatip memotong 2 ekor kambing untuk kekah Zaki (untuk anak laki 2 kambing). Ketika Iman mengabarkan kepada saya tentang hal itu, saya bilang kekahnya untuk siapa, sebab nama yang diberikan tidak sesuai dengan nama Zaki, alias Iman ngarang nama sendiri!!!!!
Akhirnya kekahnya diulang lagi dengan memakai nama Faizal Zaki Iskandar, nama Zaki sendiri. Iman bisa aja berbuat itu karena saya punya banyak kambing!!!

    

Orang yang ditugaskan memelihara kambing2 kami , Mang Ali namanya, akan mencari mesjid2 yang tidak mendapat jatah kurban alias gak ada orang yang menitipkan kambingnya ke mesjid2 tsb.
Suka kasihan kalo melihat antrian orang yang ingin mendapat pembagian daging kambing begitu. Kadang 1 kambing kurbannya, yang ngantri sampai 200 orang.....
Makanya saya lebih suka kurban kambing supaya bisa dibagikan ke banyak mesjid.

 

Kurban tahun ini, untuk Zaki rupanya sudah mulai jadi pertanyaan. Dimulai dengan pertanya apa itu kurban, kambing itu seperti apa... maklum anak kota gak pernah 'ngangon' kambing!!

 

Agoes, pesan 3 kambing pada saya selain untuk kurban dirinya sendiri dan Yana  juga untuk  ibunya. Yana sebelumnya udah pesan, kambingnya titipkan Mang Ali saja untuk dikurbankan ke mesjid yang miskin kurban. Pengertian saya, hanya milik Yana saja sedang kambing Agoes dan ibunya dibawa ke rumah saya untuk kelak dibawa entah ke mana Agoes akan mengurbankannya....
Jadi ketika Zaki pulang sekolah, senang sekali melihat ada kambing di halaman belakang rumah! Padahal Len merasa risih dengan baunya!!!

 

Ternyata saya juga salah pengertian!! Padahal kambing udah diangkut pake nyewa colt untuk sampai rumah!! Kepaksa musti nyari kepada siapa saya bisa nitip kambing.

 

Untung teringat Sholeh!


Dua atau 3 tahun terakhir, Iman suka berkurban 2 kambing di kampung isterinya Sholeh, yaitu di Sumedang coret (pinggir kota dan jauh ke gunung!!).

 

Kalo kita berkurban, kita boleh mendapat satu bagian dari kurban kita. Suatu saat Sholeh minta 1 kepala kambing pada saya. Ketika saya tanyakan untuk apa, ternyata, kepala kambing tsb dibuat sop kemudian dibagikan pada warga kampung isterinya itu. Mendengar itu, tahun berikutnya, kambing kurban Iman selalu dibagikan untuk kampung isterinya Sholeh itu.

 

Tahun ini Sholeh sedang mengantar jemaah ke Mekah untuk berhaji. Jadi saya tilpon isterinya untuk mengambil 2 kambing kurban Agoes dan ibunya.

Alhamdulillah, Allah masih mengingatkan saya. Alangkah akan sedihnya saya kalo sampai terlewatkan karena, tahun ini adalah tahun pertama Iman tidak berkurban lagi, dan berarti saya tidak melanjutkan kebiasaan baik Iman........

December 16, 2007

Acara siraman, akad nikah dan resepsi perkawinan Aisyah

Rasanya udah terlalu lama untuk bercerita tentang perkawinan anak sepupu saya di Jakarta yang menikah dengan anak sahabat keluarga saya,  tahu2 udah dihadapkan  dengan acara perkawinannya Aisyah keponakan Iman.

 

Hari Jum'at 14 Desember yang lalu diadakan pengajian dulu di rumah orang tua Iman yang sekarang didiami oleh Ida adiknya Iman.
Dalam pengajian ini yang diundang teman2 pengajian Ida dan beberapa saudara, yang dilanjutkan dengan acara siraman.
Memang untuk acara ini lebih banyak yang hadir para ibu2 deh..!!
Saya senang sekali bertemu dengan adik2nya emak (ibunya Iman). Udah pada sepuh semuanya. Ya iyalah!! Saya sendiri juga udah lansia kok apalagi mereka2 ini!!

 

Pengajian_aisyah

Aisyah adalah anak bungsu Ida. Adi, kakak Aisyah yang tertua belum menikah, bekerja di Vietnam. Ari, sesudah Adi, menikah di bulan April 2006 dengan Nasya, ceritanya ada di sini. Papa mereka meninggal di bulan Nopember 2006, ceritanya juga ada di sini.

Makanya dalam acara pernikahan ini posisi papa Aisyah digantikan oleh Adi. Terharu saya ketika Adi menasihati Aisyah. Begitupun semua yang mendengarkannya.

 

Restu_untuk_aisyah



Wiwi adalah adiknya Ida. Bersama Aso suaminya merupakan bibi dan paman yang paling dekat dengan keponakan2nya. Begitupun Aisyah sangat dekat dengan Wiwi dan Aso sehingga selama kami semua menyusun rangkaian acara perkawinan Aisyah ini, Aisyah selalu meminta Wiwi dan Aso  harus ada dimasukkan  dalam rangkaian acara itu. Apalagi Wiwi dan Aso tidak dikarunia anak maka ini merupakan bentuk terima kasih Aisyah pada Wiwi dan Aso yang selama ini dirasakan Aisyah turut mengasuh Aisyah.

 

Siraman_aisyah











Tamu_lain_siraman

 

Keesokan paginya, saya dan Len harus pagi2 banget berangkat karena kami masuk team penjemput pengantin.
Rencana sih akad nikah jam 8 pagi. Jadi yang menjemput pengantin jam 6.15 harus berangkat. Tapi rasanya sih jam 6.30 kita berangkat. Dan setelah ber-basa-basi sebentar dengan keluarga Budi, kami berangkat kembali sekitar jam 7.15 karena harus nyampe jam 8.00 di rumah Ida.

 

Ketika_menjemput_cpp

 



 

Ternyata ada acara penyambutan, dan acara seserahan secara simbolik sebelum akad nikahnya sendiri.

 

Siap_dinikahkan
 


 

Adi sebagai pengganti papanya menjadi wali nikah, menikahkan Aisyah adiknya. Semuanya berjalan lancar dan bagus sekali.   

Mas_kawin

 

Acara pagi itu adalah untuk keluarga dan teman2 dekat Ida. Pastinya gak ketinggalan donk keluarga dari Subang...!! Banyak yang menitikkan air mata sebab hampir 30 tahun gak ada upacara pernikahan di rumah itu dan sekarang banyak yang udah gak ada pula.
Ada seorang pamannya Iman (adik emak) ketika bertemu dengan saya menangis sebab merasa mendengar suara Iman dan bahwa Aa Eddie, Iman dan Ceuk Uken katanya ada bersama kita..... Speechless deh saya!

Sesudah akad nikah ada sedikit upacara adat Sunda, sungkem ke orang tua dan yang dituakan.

 

Sawer_dsb

Malamnya masih ada lagi acara di Prime Taste, saat Aisyah mengundang teman2nya.

Dengan_sepupu2





















   

Sungguh satu hari yang melelahkan tapi membahagiakan!!!!

PS: Teguh.... kamu nikmati aja foto2 ini ya..... Khan udah diwakili ama isterinya!!!

December 11, 2007

Acara sepanjang hari Sabtu

Pagi2 sekali Zaki dibawa berenang ama Agoes.

Biasanya khan hari Sabtu acara Zaki adalah hiking. Tapi karena Zaki di Jakarta jadi gak hiking, tapi disuruh berenang oleh bapak. Makanya Zaki ikut tidur di rumah Yana bersama saya.

Sesudah berenang, Zaki mandi dan sarapan. Kata Yana boleh main di tempat main anak2 di bawah kalo Zaki udah sarapan dan minum susu.

Akhirnya kita turun rame2, ceritanya mengantarkan Zaki main di tempat main anak2 sambil nunggu ibu dan bapaknya.

Sudirman_park_1








Sesudah capek/bosen main, mengantarkan saya ke rumah sakit Medistra. Saya pergi ke lantai 4 menengok teman yang sakit. Len, Endah, Zaki dan Yana duduk makan2 di O la la sambil nunggu saya.

Selesai saya nengok temen, dilanjutkan lagi ke rumah sakit Cikini menengok oom saya yang juga sedang sakit di sana.

Keliatan banget Zaki kalo sama orang yang udah tua seperti abahnya, dia sayang banget. Langsung pengen cium tangan uyutnya yang lagi sakit.

Selesai dari rumah sakit Cikini, sekarang cari makan siang. Jalanlah kita keliling. Yana merasa sangat tidak familiar di daerah Salemba dan Kwitang ini, makanya keliling2 sampai di jalan Thamrin yang sangat dikenalnya. Akhirnya diputuskan makan siang di Senci aja.

Di Senci lagi ada pameran Lego.